|
Minggu, 21 Maret 2010 03:36 |
ABU DHABI - Uni Emirat Arab secara resmi melarang keberadaan akun Facebook yang dianggap telah menghina Islam. Akun yang dibuat oleh seorang pengguna Facebook di Abu Dhabi tersebut mengaku dirinya sebagai Allah. Semua penyedia layanan internet di Uni Emirat Arab diperintahkan untuk memblokir pengguna yang tidak dipublikasikan identitasnya itu, setelah dia mengaku-ngaku bahwa semua yang dipostingnya merupakan isi kitab suci umat Islam, Alquran.
Seperti dilansir Telegraph, Sabtu (20/3/2010), ulah si pemilik akun tersebut tentu saja menimbulkan kemarahan dan protes keras dari umat Islam. Mereka bahkan meminta agar Facebook diboikot jika akun tersebut tidak segera dihapus. Setelah dihujani ribuan komplain, Telecommunications Regulatory Authority (TRA) di Uni Emirat Arab mengumumkan akan melarang pengguna tersebut untuk mendapatkan akun di internet.
|
|
|
Minggu, 21 Maret 2010 03:30 |
LONDON - Pembajakan online seakan sulit dihentikan dan terus merajalela dari hari ke hari. Tak hanya terjadi di negara tertentu seperti di tanah air misalnya, di Inggris 82 persen dari pengguna internetnya mengaku kerap melakukan unduh data secara ilegal. File musik gratis dan film masih menjadi incaran para pengguna internet. Data ini didapat berdasarkan hasil survei yang dilakukan pemerintah Inggris terkait pembajakan internet.
Dilansir Sky News, Jumat (19/3/2010), dari 1.607 orang yang dilibatkan dalam survei, hampir sepertiganya mengaku telah mengunduh film populer yang tengah tayang di bioskop. Hampir seperempatnya atau 24 persen mengatakan sering menstreaming film secara online.
|
|
|